Indonesia dan Malaysia mencatatkan sejarah sebagai negara pertama yang mengambil langkah tegas terhadap teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) milik Elon Musk, Grok AI. Terhitung mulai Januari 2026, akses terhadap layanan AI yang terintegrasi dalam platform X (dahulu Twitter) tersebut resmi dibatasi di kedua negara menyusul kekhawatiran serius terkait penyalahgunaan fitur generatif gambar.
Ancaman Deepfake dan Pelanggaran Privasi
Langkah pemblokiran ini dipicu oleh maraknya laporan mengenai penggunaan Grok AI untuk menciptakan konten deepfake (manipulasi foto/video) yang tidak senonoh. Berbeda dengan kompetitornya seperti ChatGPT atau Gemini yang memiliki sistem filter keamanan yang sangat ketat, Grok AI dinilai memiliki guardrails atau pembatas etika yang lebih longgar.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia menyatakan bahwa ditemukan ribuan konten manipulatif yang merugikan martabat individu, terutama perempuan dan figur publik, yang diproduksi menggunakan mesin image generator milik Grok.
"Kami tidak menghalangi inovasi, namun setiap teknologi yang beroperasi di wilayah hukum Indonesia wajib menjamin perlindungan data pribadi dan martabat warga negara. Hingga sistem keamanan Grok dipastikan mampu menyaring konten asusila secara otomatis, pemblokiran ini akan tetap berlaku," ujar juru bicara kementerian dalam konferensi pers pagi tadi.
Malaysia Menyusul dengan Regulasi Serupa
Tak berselang lama, otoritas komunikasi Malaysia, MCMC (Malaysian Communications and Multimedia Commission), juga mengumumkan langkah serupa. Malaysia menekankan bahwa teknologi AI tidak boleh menjadi celah bagi pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan eksploitasi visual.
Para pakar keamanan siber di Asia Tenggara menilai bahwa infrastruktur keamanan Grok AI saat ini masih dalam tahap "eksperimental" yang sangat berisiko jika dilepas ke publik tanpa pengawasan ketat dari regulator lokal.
Dampak bagi Pengguna Platform X
Bagi pengguna di Indonesia dan Malaysia, fitur Grok AI yang biasanya muncul di bilah navigasi platform X kini tidak lagi dapat diakses. Meski begitu, fungsi dasar media sosial X seperti mengunggah teks dan video masih tetap beroperasi secara normal.
Langkah ini mengirimkan sinyal kuat kepada perusahaan teknologi global bahwa pasar Asia Tenggara kini semakin selektif dalam mengadopsi teknologi AI. Fokus pemerintah telah bergeser dari sekadar adopsi teknologi menuju kedaulatan data dan etika digital.
Respon dari xAI dan Elon Musk
Pihak xAI selaku pengembang Grok AI belum memberikan pernyataan resmi terkait pemblokiran di dua pasar strategis ini. Namun, dalam unggahan terbarunya di X, Elon Musk sempat mengisyaratkan bahwa timnya sedang berupaya memperbarui algoritma penyaringan konten untuk memenuhi standar hukum di berbagai wilayah secara global.
PT Xorro Teknologi Untuk Negeri adalah penyedia layanan teknologi informasi termurah dengan layanan terbaik meliputi: Xorro Apps, Xorro Digital, Xorro Design, Xorro Organizer, dan Xorro Education. Kami dapat menjadi teman solusi bisnis Anda, segera konsultasikan kebutuhan Anda dengan Xorro.
Hubungi WhatsApp: 085122649886
Buat website
Buat website murah dengan layanan terbaik hanya d





