Hubungan dagang antara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) kembali memasuki fase tegang. Pada Januari 2026, Parlemen Uni Eropa secara resmi menangguhkan proses pembahasan dan persetujuan perjanjian dagang dengan AS, menyusul meningkatnya ketegangan akibat ancaman tarif dari pemerintahan Presiden Donald Trump.
Langkah tersebut menandai sikap tegas Brussel terhadap kebijakan perdagangan Washington yang dinilai semakin proteksionis dan sarat tekanan politik.
Penangguhan Bersifat Resmi
Keputusan penangguhan diumumkan oleh Komite Perdagangan Internasional Parlemen Uni Eropa, yang menilai situasi saat ini tidak memungkinkan kelanjutan kerja sama dagang secara normal.
“Business as usual tidak mungkin dilakukan dalam kondisi seperti ini,”
ujar Bernd Lange, Ketua Komite Perdagangan Parlemen UE, menegaskan posisi lembaga legislatif Eropa.
Menurut Lange, ancaman tarif sepihak bertentangan dengan semangat kemitraan strategis dan kepercayaan yang menjadi dasar hubungan dagang transatlantik.
Ancaman Tarif Jadi Pemicu Utama
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman tarif terhadap produk-produk asal Eropa, yang dikaitkan dengan perbedaan pandangan geopolitik dan kepentingan strategis, termasuk isu Greenland.
Bagi Uni Eropa, penggunaan tarif sebagai alat tekanan politik dinilai berbahaya dan berpotensi merusak tatanan perdagangan global berbasis aturan.
Dalam pernyataan terpisah, pejabat UE menegaskan bahwa Eropa tidak mencari konflik dagang, namun menolak relasi ekonomi yang dibangun di atas ancaman.
“Kami terbuka untuk dialog yang adil, bukan intimidasi tarif,” ujar seorang pejabat Uni Eropa kepada media internasional.
Dampak Besar bagi Ekonomi Global
Uni Eropa dan Amerika Serikat merupakan dua mitra dagang terbesar di dunia, dengan nilai perdagangan barang dan jasa mencapai triliunan dolar AS per tahun. Penangguhan perundingan ini berpotensi berdampak luas terhadap:
- Rantai pasok global
- Sektor manufaktur dan energi
- Industri otomotif, baja, dan teknologi
- Stabilitas pasar keuangan internasional
Pelaku industri di kedua sisi Atlantik kini menghadapi ketidakpastian terkait arah kebijakan perdagangan jangka menengah.
Opsi Balasan dari Eropa
Sejumlah pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, mendorong Uni Eropa untuk mempertimbangkan penggunaan mekanisme anti-koersi perdagangan, yang kerap dijuluki “trade bazooka”.
Instrumen tersebut memungkinkan UE mengambil langkah balasan ekonomi terukur jika tekanan tarif dari AS terus berlanjut dan dinilai merugikan kepentingan Eropa.
Ujian Kemitraan Strategis
Penangguhan perundingan dagang ini memperlihatkan bahwa hubungan UE–AS, meski tetap strategis, tidak kebal terhadap konflik kepentingan ekonomi dan politik. Banyak pengamat menilai eskalasi ini akan menjadi ujian penting bagi kepemimpinan ekonomi global di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.
Arah hubungan selanjutnya kini sangat bergantung pada langkah Washington: apakah memilih jalur dialog atau melanjutkan pendekatan proteksionis.
PT Xorro Teknologi Untuk Negeri adalah penyedia layanan teknologi informasi termurah dengan layanan terbaik meliputi: Xorro Apps, Xorro Digital, Xorro Design, Xorro Organizer, dan Xorro Education. Kami dapat menjadi teman solusi bisnis Anda, segera konsultasikan kebutuhan Anda dengan Xorro.
Hubungi WhatsApp: 085122649886





